Skip to content
Home » Blog » Mamak – Bakat Iseng

Mamak – Bakat Iseng

Juni 13, 2017 – Mengantar mama pulang ke surabaya, drop mama di rumah dan langsung bergegas kembali ke airport untuk pulang ke Jakarta.

Sepanjang jalan menuju Bandara Juanda, hari sudah gelap, pohon2 di kedua tepi jalan diam tak bergerak. Suasana mistis yang mencengkam. Perlahan, butir2 air hangat mengalir di pipi.

Hati yg retak, meninggalkan mama di surabaya. Wondering, apakah dia langsung merasa rindu ketika kutinggal tadi.

Kemudian, perasaan sedih terganti oleh rasa kesal. Ayahku, kenapa sih cepat2 dirimu pergi. Kasihan mama harus dipaksa sendiri. Mama tak mau keluar dari Surabaya. Hidupnya di situ katanya.

Pelan2, ketika mobil mulai masuk ke pelataran bandara, rasa kesal terganti lagi dengan perasaan pedih dan rindu sekaligus pada ayahku.

Ananda tahu ayah. Dirimu yg mengantarkan aku ke Bandara sekarang ini. Dan kau ijinkan ananda menumpahkan rasa kesal tadi. Kesal, dirimu pergi cepat2. Dan di gerbang bandara ini, dirimu ayahku, masih ada di sebelahku, seperti dulu. Dan akan melambaikan tangan ketika aku turun dari mobilmu.

Mama akan baik2 saja ya pa..

Di depan pintu keberangkatan, kutemukan buku ini. Gravity Falls… Sangat suka, anti mainstream. Terutama kalimat ini ‘ My continuing mission, investigate the oddities of Gravity Falls. Discover the Grand Unified Theory of Weirdness, publish theory and join the ranks of Newton, Tesla & Einstein in the pantheon of Science’

God.. you cheer me up. Terimakasih untuk memberikan talenta super iseng dan penyampaian yg jenius kepada Alex Hirsch. Mampu dia membuatku merasa geli, penasaran dan kagum sekaligus.

I love you mom. I love you Pa. at least buat bakat iseng biarpun nanggung yg kalian berikan padaku.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial