Skip to content
Home » Blog » Desa Monas Kalijaya – 10 Tahun Dedikasi untuk Bangsa

Desa Monas Kalijaya – 10 Tahun Dedikasi untuk Bangsa

 Desa Kalijaya yang di maksudkan di sini adalah sebuah desa kecil yang terletak di sebelah Timur ibukota Jakarta, tepatnya di kecamatan Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Desa Kalijaya yang berpenduduk sekitar 200 kepala keluarga dengan jumlah penduduk  sekitar 1500 jiwa   Untuk menuju desa ini dari Jakarta dibutuhkan waktu lebih kurang 1.5 jam perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi. Desa ini walaupun terbilang cukup dekat dengan pusat pemerintahan Republik Indonesia dan sangat dekat dengan kawasan industri, namun masih banyak warganya yang tinggal dalam kemiskinan .

tempat tinggal mereka sungguh memprihatinkan. Rumah-rumah dari bambu reot yang saling berdempetan, dengan lantai tanah dikelilingi sampah plastik sana sini. Ketika hujan turun, jalan akses menuju kampung Lingkungan ini menjadi berlumpur dan sangat becek. Pergi mengunjungi mereka di kala musin hujan merupakan perjuangan tersendiri. Serasa bepergian ‘off-road adventure’, namun tanpa mobil. Off-road ini adalah dengan berjalan kaki dan sepatu bot plastik yang siap-siap dibuang setelah keluar dari kampung tersebut.
 
Selain lingkungan yang jorok dan bau, kampung mereka tidak memiliki sarana bersama. Semua kegiatan di lakukan di tanah kosong dekat rumah-rumah mereka, di mana mereka juga menguburkan angota keluarga mereka yang telah berpulang.
 
Tidak adanya akses pada pendidikan dasar, membuat anak-anak dan para dewasa buta huruf. Lucunya, walaupun buta huruf mereka paham soal nilai uang. Hal ini membuat mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang. Meminta-minta atau melakukan pemerasan pada orang lain sekitar mereka yang lebih baik ekonominya.
 
Ironisnya, penduduk kampung di desa ini hobi berjudi. Penghasilan para pria yang tidak seberapa itu dihabiskan untuk berjudi kartu atau sabung ayam. Yang lebih miris, bukan hanya para pria yang suka berjudi, kaum perempuan dan anak-anak remaja demikian pula. Menjelang sore, para pria, perempuan dan anak-anak menghabiskan waktu mereka di halaman luar rumah, berjudi.
 
Tidak heranlah, selain masalah makan minum, tempat tinggal yang tidak sehat dan kesehatan yang buruk, mereka pun bermasalah dalam soal moral. Akibatnya banyak terjadi kejahatan premanisme dan kekerasan pada perempuan dan anak-anak. Tidak adanya akes kesehatan, buta huruf, moral yang kurang baik,  lingkungan hidup yang buruk; kesemua ini membuat mereka tidak dapat keluar dari kutukan kemiskinan.
 
Sepuluh tahun lamanya Lions Club Jakarta Monas memberikan pengabdian membina Desa Kalijaya. Yang dahulunya kotor tidak ada akses air bersih, kini mereka punya fasilitas sanitasi. Yang dahulunya suka berjudi, kini tidak lagi. Yang dulunya buta huruf, kini pintar membaca dan menulis. Yang dahulunya, para perempuan tinggal menadahkan tanggan minta uang dari suami, kini malah menjadi penolong ekonomi keluarga. Yang dahulunya tinggal sendiri di tepi sungai, kini tinggal bersama sahabat. Yang dahulunya tidak paham soal hukum, kini mereka mengerti hak hukum dan kewajibannya menjadi warga negara. Yang dahulunya, anak-anak hanya berkeliaran makan makanan tak bergizi, kini mereka punya tempat belajar dan diberi makanan sehat.

Pembinaan Desa Kalijaya, tak luput dari perhatian dunia. Sedemikian besar hasil yang diberikan pada desa ini oleh Lions Club Jakarta Monas. Keberhasilan membangun masyarakatnya terdegar tidak hanya di Indonesia, tetapi gaungnya sampai pula ke telinga International President dari Lions Clubs International.
 
Pembinaan desa ini dianggap berhasil, dikarenakan pembinaan masyarakatnya yang paripurna, mencangkup segala aspek dan segala golongan. Mulai dari pendidikan, kesehatan sampai hukum. Mulai dari balita sampai lansia, pria dan wanita. Mulai dari masalah fisik, makan dan minum, sampai pada masalah moral. Paripurna.
 
International President dari Lions Clubs International Wayne A. Madden, tergerak untuk melihat secara langsung keberhasilan tersebut. Pada tahun 2012 tepatnya pada tanggal 11 Juli 2012 International President bersama Lady Linda berkunjung ke desa binaan dengan membawa serta sejumlah crew yang bertugas merekam keberhasilan tersebut.
 
Pada kedatangan beliau saat itu, diberikan pula penghargaan kepada Lions Club Jakarta Monas, yang diterima oleh past president club dan penggagas desa binaan Lion Suhardani Arifin dan Presiden Dadang I. Hasan. Penghargaan tersebut adalah bukti pengakuan internasional pada kerja Lions Club Jakarta Monas.
 
Tidak berhenti di situ saja, bahkan tanyangan mengenai desa binaan Monas ini, disebarkan secara meluas agar menjadi contoh bagaimana Lions memberikan kerja nyata pada kemanusiaan dengan membina sebuah desa.
 
Tayangan itu bukan hanya diunggah di sosial media, namun selalu dimunculkan pada setiap konvensi Lions Clubs International
 

 
  
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial